Wednesday, September 2, 2015

Perilaku Durhaka Istri Terhadap Suami yang Sering Tidak di Sadari

Suami adalah jalan untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Karena itu, seharusnya seorang istri senantiasa berusaha melakukan hal yang terbaik bagi suami. Kepatuhan istri kepada seorang suami adalah wajib selama suami tidak memerintahkan hal yang dilarang oleh agama.

Namun pada kenyataannya, tak sedikit istri yang membangkang terhadap suami. Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tetapkan untuknya. Beberapa hal diantaranya tidak disadari oleh istri sebagai sikap membangkang.

Dan inilah beberapa bentuk sikap membangkang terhadap suami yang seringkali tidak disadari oleh istri:
 
 1. Menolak ‘ajakan’ suami

Saat istri merasa letih, istri merasa berhak untuk menolak ajakan suami untuk berhubungan badan. Padahal hal ini tidak benar. Istri berkewajiban untuk menyegerakan dalam menyambut ajakan suami seperti penjelasan hadits berikut ini:

Rasulullah saw. bersabda, "Allah melaknat istri yang suka berkata, ‘Nanti. nanti' (dalam memenuhi ajakan suaminya)." (Thabrani).

Saat keinginan suami untuk berhubungan badan ditolak, akan terbuka pintu maksiat yang dapat menyeret suami kepada perbuatan zina.

2. Lalai dalam melayani suami

Bentuk kelalaian dalam melayani suami merupakan indikasi sikap membangkang terhadap suami. Contohnya: istri malas memasak, sehingga dari hari ke hari selalu menyajikan menu masakan instan kepada suami. Hal ini menimbulkan berkurangnya nafsu makan dan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit dalam jangka waktu yang panjang.

3. Memisahkan Hubungan Suami dengan Ibunya

Walau setelah menikah seorang wanita memiliki kewajiban utama kepada suaminya, namun seorang laki-laki walaupun telah menikah maka kewajiban utamanya tetap pada Ibunya. Wanita yang telah melahirkan, menyusui, dan membesarkannya. Hal itu masih sering kurang dipahami oleh beberapa istri, dan malah sering para istri mencemburui ibu suaminya.
Padahal, ibu suami kita lah yang telah melahirkan, menyusui, membesarkan, dan mengorbankan semuanya demi suami kita. Dan saat suami kita belum bisa membalas apapun kepada ibunya, dia sudah pergi meninggalkan ibunya demi kita, wanita asing yang baru dikenalnya, dan segala pengorbanannya bekerja siang dan malam serta apapun dia berikan demi menafkahi kita. Lalu apakah kita masih tega membuat jurang pemisah antara suami kita dan ibunya? Sebaiknya kita mencoba menempatkan diri, seandainya kita memiliki anak laki-laki dan ketika telah menikah dia lupa pada kita dan lebih memilih isterinya, masa pasti hati kita akan sangat sakit.
Untuk itu, sebagai seorang istri yang shalihah, kita sebaiknya justru menjadi perekat hubungan antara suami dan orangtuanya, terutama ibunya. Dengan menjadi menantu yang memiliki kasih sayang besar serta rasa hormat yang tinggi pada mertua, maka keharmonisan keluarga akan tetap terjaga. Dan tentunya suami akan semakin mencintai kita.

4. Terlalu Menuntut Suami

Suami adalah imam kita, lelaki yang menjadi pemimpin dan kepala rumah tangga kita. Maka sudah menjadi kewajiban kita sebagai seorang istri untuk taat dan berbakti kepadanya, selama dia menyuruh kita kepada kebaikan di jalan Allah. Bayangkan, betapa luar biasanya seorang suami itu?Bertahun-tahun mulai dari dilahirkan sampai dewasa dia diasuh oleh kedua orangtuanya, sekolah sampai tinggi, kemudian bekerja keras, namun semua itu dia lakukan demi menghidupi kita, seorang wanita asing yang baru dikenalnya. Tak hanya itu, dia pun juga harus menanggung dunia dan akhirat kita, lagi-lagi wanita yang baru saja masuk dalam kehidupannya, Maka apakah pantas jika dengan semua kewajiban yang lebih besar dia tanggung daripada kita ini, kita masih terlalu menuntutnya dengan bermacam-macam hal? Terlebih dengan tuntutan harta. Na’udzubillaah. Allah sangat membenci para isteri yang membuat suami murka padanya.
5. Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami

Rahasia suami harus senantiasa ditutupi oleh istri. Sekalipun sedang ada perselisihan, istri tidak diperkenankan untuk menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.
Sebagai seorang isteri, sudah seyogyanya kita menyadari bahwa menikah adalah menyatukan dua orang dengan masa lalu, serta segala perbedaan yang ada. Dan menikah itulah adalah jalan dalam menyatukan perbedaan yang ada menjadi sebuah visi hidup yang sama, serta meninggalkan masa lalu untuk memulai masa depan bersama, menuju syurga Allah.

Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Namun tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketaatan istri sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami. Sebaliknya, sikap membangkang terhadap suami akan mengikis benih cinta dalam hati suami. Baca Juga Artikel Jangan Jadikan Aku Istrimu, Jika ....

3 comments:

  1. subhanallah, mudah-mudahan kalau saya punya istri tidak seperti itu, aamiin.

    ReplyDelete
  2. Aamiin ya allah, semoga anda mendapat seorang isrti yang sholehah aamiin:)

    ReplyDelete
  3. Haduh istriku malah seperti ini, belain saya kelaparan di rumah karena harus menunggu neneknya di rumah ortunya

    ReplyDelete